Kau tak begitu tampan
Tapi kau mampu membuatku jatuh cinta
Kau tak begitu romantis
Tapi kau mampu membuatku selalu merindukanmu
Kau tak begitu kaya
Tapi kau mampu memberiku yang terbaik
Kau tak begitu sempurna
Tapi kau mampu membuatku ingin selalu jadi yg terbaik untukmu ^_^
*Aku telah lama mencarimu
Hingga ke dalam dunia mimpi
Sering kujumpai dirimu
Dalam gambar yg terbayang lama
Aku ingin kau yang berbeda
Menempatkan dirimu
Ada hati yang sangat…
Ada banyak sisi yang mengenalmu…
Dengar bisikku, “jangan tatap aku seperti itu…”
Matamu aku tak sanggup
Wajahmu aku tak bisa
Kau tak tau,
Tentramnya bila kurasakan di dekatmu
Sesuatu yg selalu kurindukan…
Hidup bersama denganmu
* PUPUS
Harapan dan impian tak berubah
Selalu berguguran dan tumbang sebelum musimnya
Di akhir tahun, di awal duka
Ibarat nyanyian pilu, menenggelamkan
Aku bagai semut terjatuh di danau dangkal
Tak mampu menggapai apapun
Tak kuasa merasakan semua
Hanya terdengar nafasku bergemuruh
Dan menangis di ujung hatimu
Aku sadar…
Menggapaimu terlalu lelah bagiku
Bagai kapas di pucuk rindu
*APA ADANYA
Sunyi itu sepi
Sepi itu hampa
Hampa itu kosong
Kosong itu nol
Semua itu berputar
Berputar tiada henti
Membentuk lingkaran setan
Tak ada ujung.. Tak ada pangkal
Berputar itu memusingkan
Pusing yg dicari-cari
Dicari sampai ke tepi
Namun tak jua terjawab
Jawab itu tak pernah ada
Tak pernah ada jangan dicari
Hanya membuat pusing yang berputar
Biarkan semua apa adanya
*Titip mata dan hati, untuk kamu
Hanya di dadamu aku ingin rebah, hanya di hatimu cinta ini ingin kulabuhkan
Desah nafasmu masih bisa kucium di sudut malam ini, datanglah padaku dengan cintamu…
Hadirmu menggoda angan berontak, menyulam bait-bait kerinduan
Cinta seperti gerimis. Menghadirkan sejuk yang membuat jiwa basah oleh bahagia
Biarkan aku mencintaimu agar tak ada sesal yang mengekor di belakang hari
Apakah aku ada di sana dalam memori pengembaraanmu? Jika iya, akan kukatakan cinta detik ini juga
Apa kata hujan hari ini? Dia masih menangis karena bumi yang diguyurnya masih kemarau. Seperti hatiku yang gersang, menunggu cintamu yang tak kunjung datang
Tak lelah ditebas mimpi semu, tak hilang disembunyikan langit hitam. Cinta atau bukan, yang pasti kau tetap yang terindah dalam hidupku
Lenyapkan ragumu, yakinkan hatimu. Akulah orang terbaik yang mencintaimu…
Jangan pernah meragukan cintaku, karena aku sungguh-sungguh
Ini bukan bercanda. Ini serius 100%. Kau buat aku terdiam. Lalu cinta mengetukku tiba-tiba
Semua telah jelas. Aku tak kuasa dan tak mampu berlari dari cintamu
Hatiku telah kau renggut habis tanpa sisa. Aku jatuh cinta padamu, itu faktanya.
*Seperti buku usang di atas meja. Di antara gudang dan rumah tua. Di antara waktu dan asa. Tertiup angin, tak sengaja terbuka. Tertinggal, dan tak terbaca…
Aku memilih pergi. Aku takkan pernah bisa mencampakkan cinta ini. Dan aku akan tetap mencintaimu walau kau tak memiliki cintaku.
Ke mana hujan pergi hari ini? Sejenak menggoda bumi pada siang yang gerah, lalu hilang saat malam tengadah. Seperti cintamu yang datang lalu pergi begitu saja…
Padamu kutemukan terang di ujung jalan. Padamu juga kuhisap luka yang enggan mengering
Aku setia duduk di sudut keheningan. Mengais arti dari sebuah bahagia yang tak kunjung tiba
Pada awan, kujeritkan aroma pedihku. Mengarak seribu duka karena kepergianmu…
Mengapa begitu susah kuraih hatimu? Padahal, aku hanya inginkan satu tawamu, tak lebih.
Beginikah rasanya patah hati? Cahaya yang kulihat semakin pudar. Harapan tinggal gulita yang tak bisa kuraba lagi
Yang tersisa dalam hatiku hanyalah gelap dalam asa. Aku telah hancur. Membela cinta tapi sia-sia
Auramu yang makin pudar oleh sikap tak pasti. Sikapmu melemahkanku. Bisumu menyurutkan langkahku. Lebih baik aku pergi, permisi…!
Seperti kemarau yang menanti hujan, kutunggu hatimu yang masih diam.